Banner
jardiknasbuku sekolah elektronik
Agenda
04 August 2015
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5

SKS di SMP & SMA, Mungkinkah?

Tanggal : 09/02/2010, 03:32:34, dibaca 419 kali.

JAKARTA - Akhir-akhir ini muncul wacana penerapan sistem kredit semester (SKS) pada jenjang pendidikan menengah. Meski mengakui wacana tersebut sebagai ide bagus, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh tidak akan gegabah mengambil keputusan. 

"Banyak persiapan yang perlu dilakukan jika kita ingin menerapkan SKS pada sekolah menengah," papar Nuh usai di Gedung Kemendiknas, Jumat (27/8/2010). 

Penerapan SKS pada sekolah menengah menuntut kesiapan pihak sekolah menyediakan mata pelajaran untuk semester genap dan ganjil untuk ditawarkan kepada siswa pada awal tahun ajaran. Menurut Nuh, jika mata pelajaran yang ditawarkan hanyalah mata pelajaran yang memang diajarkan di semester yang bersangkutan, maka penerapan SKS di sekolah menengah tidak akan efektif. 

Selain sistem, setidaknya ada dua hal lain yang perlu disiapkan untuk merealisasikan rencana tersebut, yaitu kesiapan guru dan fasilitas sekolah. Penerapan SKS menuntut guru yang mengajar pada semester ganjil dan genap siap siaga. 

"Sebab, misalnya seorang siswa selesai menempuh kredit di semester ganjil dan siap mengambil mata pelajaran yang ditawarkan di semester genap, maka guru yang bersangkutan juga harus siap mengajar," terang mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini. 

Sementara, penerapan SKS juga menuntut penambahan ruang kelas. Jika pada sistem pendidikan yang sekarang diterapkan setiap kelas hanya memerlukan satu lokal, maka penerapan SKS memerlukan lebih banyak kelas sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan. 

Nuh menilai, SKS pada tingkat pendidikan menengah butuh waktu untuk diimplementasikan. "Setidaknya masih belum memungkinkan untuk tiga tahun mendatang," imbuh Nuh. Jika nantinya akan diterapkan, perlu dipertimbangkan sekolah mana yang akan menjadi proyek percontohan agar tidak menambah disparitas pendidikan antarsekolah. 

"Saat ini fokus pendidikan Indonesia ada pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan. Penerapan SKS masih perlu kajian mendalam," pungkasnya. 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas